Radio Rodja
LAPORAN PERJALANAN TIM KEMANUSIAAN RADIO RODJA DI GAZA DAN SURIAH -- 25 FEBRUARI s/d 23 APRIL 2013 Disusun oleh Al Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda MA Mukadimah : Sebagaimana telah sama-sama kita ketahui, awal bulan Nopember 2012 Penjajah Yahudi kembali melakukan serangan udaranya di bumi Palestina lebih khusus lagi di jalur Gazza dengan memakan korban lebih dari 160 orang syuhada’ , juga berapa banyak bangunan milik pemerintah atau swasta serta rumah-rumah penduduk sipil hancur berantakan terkena rudal-rudal yang ditembakkan tentara penjajah Yahudi. Demikianlah sejarah kembali berulang, permusuhan yahudi tidak akan berhenti selama matahari masih terbit dari arah barat, sebagaimana yang Allah gambarkan dalam kiitab-Nya : ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ "Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang umi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." (QS. Ali Imran: 75) Orang-orang yahudi tidak peduli berapa banyak darah kaum muslimin di Palestina ataupun di tempat yang lainnnya yang ditumpahkan, bagi mereka ini bukan sebuah kejahatan atas kemanusian bahkan suatu kebanggaan ! sebagaiman yang di maksudkan dengan ayat diatas ! bagaimana tidak ! para Nabi yang diutus Allah kepada mereka, tidak luput dari kekejamannya, tangan-tangan mereka berlumuran darah dengan darah para Nabi, mereka terkenal sebagai pembunuh para Nabi, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam kitab-Nya : وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ "dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu adzab yang membakar'." (QS. Ali Imran: 181) Sehingga menjadi kewajiban kita sebagai sesama muslim untuk membantu saudara kita yang mengalami penindasan dan kedzoliman dari pihak yahudi ataupun yang lainnya dan ini merupakan salah satu bentuk loyalitas dan solidaritas kita kepada sesama muslim, sebagaimana firman Allah : إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara. [Al Hujurat:10]. Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Maka orang-orang mukmin adalah bersaudara dalam agama dan akidah. Meskipun garis keturunan, negeri-negeri, dan masa hidup mereka saling berjauhan…” (Al Irsyad ila Sahih Al I’tiqad, hal. 349). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, { لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا } “Janganlah kalian saling membenci. Janganlah kalian mendengki. Dan janganlah kalian saling membelakangi (memboikot). Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah sebagai orang-orang yang bersaudara..” (HR. Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) Di dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, { انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ } “Tolonglah saudaramu yang zalim atau yang dizalimi.” Maka para sahabat berkata, “Orang yang terzalimi jelas kami tolong, lalu bagaimanakah cara menolong orang tersebut kalau dia yang melakukan kezaliman?” Beliau pun mengatakan, “Yaitu dengan cara mencegahnya dari perbuatan zalim itu.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) Dalil-dalil di atas dengan jelas menggambarkan kepada kita bahwa persaudaraan yang hakiki adalah persaudaraan di atas keimanan. Persaudaraan yang dibangun di atas kecintaan dan kebencian karena Allah, karena itulah simpul iman yang paling kuat sebagaimana telah diungkapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan Allah ta’ala meniadakan keimanan pada diri orang-orang yang masih Hak-hak Sesama Muslim. Ahlus Sunnah wal Jama'ah menjaga ukhuwwah (persaudaraan) sesama Mukmin & seolah mereka itu seperti 1 tubuh, bila 1 sakit, maka lainnya pun ikut merasakan sakit juga. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَلْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Seorang Mukmin dgn Mukmin lainnya seperti 1 bangunan nan tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian nan lain. ” Dan beliau merekatkan jari-jemarinya. HR. Al-Bukhari (no. 481, 2446, 6026), Muslim (no. 2585) & at-Tirmidzi (no. 1928). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun pernah bersabda: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى. “Perumpamaan kaum Mukminin dlm cinta-mencintai, sayang-menyayangi & bahu-membahu, seperti 1 tubuh. Jika salah 1 anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya nan lain ikut merasakan sakit juga, dgn tak bisa tidur & demam. HR. Al-Bukhari (no. 6011), Muslim (no. 2586) & Ahmad (IV/270). Di antara hak-hak seorang Muslim nan harus dipenuhi oleh saudaranya sesama Muslim adalah: 1. Apabila mengalami kesulitan, maka diberikan bantuan. 2. Senantiasa memudahkan urusannya. 3. Senantiasa menutupi aibnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنِ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. “Barangsiapa menghilangkan 1 kesulitan seorang Mukmin dari kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesulitan darinya dari kesulitan-kesulitan di hari Kiamat. Dan barangsiapa memudahkan urusan seorang Mukmin, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia & akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia & akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. ” ). HR. Muslim (no. 2699), lihat Taudhiihul Ahkaam (no. 1276). عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Tidak boleh ia menganiayanya dan tidak pula membiarkannya dianiaya. Ahlus Sunnah menganjurkan tolong-menolong sesama kaum Muslimin dlm kebaikan & taqwa berdasarkan timbangan syari'at, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ “Dan tolong-menolonglah kamu dlm (mengerjakan) kebajikan & taqwa, & janganlah tolong-menolong dlm berbuat dosa & pelanggaran. ” [Al-Maa-idah: 2] Hakikat Persaudaraan Dewasa ini bermunculan opini maupun tuduhan, bahwa dakwah Salafiyah adalah dakwah yang jumud, parsial, tidak memiliki solidaritas terhadap kaum muslimin. Dakwahnya, hanya dakwah tauhid saja, tidak ada yang lainnya. Penilaian miring ini, nampaknya disebabkan ketidaktahuan terhadap hakikat dakwah Salafiyah yang menyeluruh di setiap aspek kehidupan. Atau disebabkan fanatisme buta terhadap golongan (pergerakan dakwah) yang menyelisihi manhaj Salaf, yang saat ini berkembang. Padahal dakwah Salafiyah merupakan dakwah Islam bersifat menyeluruh, meliputi setiap aspek kehidupan tanpa terkecuali…sehingga begitu kita mendengar apa yang terjadi pada saudara kita, ahlu sunnah di suria yang tertindas dan dibantai oleh rezim syiah basyar, maka pengurus Radio Rodja berusaha menggalang donasi dari kaum muslimin atau lebih tepatnya dari para pendengar Radio Rodja sehingga terkumpul lebih dari 2 milyar rupiah, ini adalah salah satu diantara bentuk kepedulian kita terhadap musibah yang menimpa saudara kita ahlu sunnah di Suria, demikian juga ketika kita mendengar saudara kita di jalur Gazza, Palestina dibombardir oleh yahudi di akhir tahun 2012, kita-pun tergerak untuk membantu saudara-saudara kita disana dengan doa dan pengumpulan bantuan dari para pendengar radio Rodja dan Alhamdulillah telah terkumpul dana sekitar lebih dari 2 milyar rupiah. Dan tidak sampai disini saja, radio Rodja-pun memberangkatkan relawan Tim Kemanusiaan Radio Rodja bekerja-sama dengan Tim Peduli Muslim-Yogyakarta ke Gazza dan ke Suria. Rencana semula Tim kemusiaan akan berangkat sekitar awal bulan Desember 2012, tetapi karena permasalahan per-ijinan dan visa akhirnya keberangkatan di tunda sampai tanggal 25 Pebruari 2013. Di Mesir : Alhamdulillah sebagaimana rencana yang telah ditetapkan maka berangkatlah Tim Kemanusiaan Radio Rodja pada tanggal 25 pebruari 2013 dari bandara Soekarno-Hatta bersama dengan salah satu relawan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) al-akh Syaikh Abdul-Qodir yang menjadi mitra kita dalam kegiatan sosial kita ini, berangkat dari bandara Soeta sekitar pukul 18.00 WIB dengan pesawat Etihad Air lines, maskapai penerbangan Negara Emirat Arab dan sampai di bandara Kairo, ibu kota Negara Mesir sekitar pukul 3.00 dini hari waktu Kairo. Di bandara disambut teman-teman mahasiswa Al-Azhar alumni pesantren ICBB Yogyakarta dan langsung dibawa menuju ke wisma nusantara yang akan menjadi tempat kita menginap selama masa penantian di ibu kota Kairo. Selama tinggal di Kairo, kita disibukkan dengan urusan administrasi dan perijinan bagi Tim yang akan datang, baik dari Indonesia atau dari Yaman dan ini cukup melelahkan, karena hampir setiap hari kita harus pergi ke kantor pemerintahan Mesir, LSM, KBRI, dan yang lain-lain, sedangkan urusan administrasi di Mesir sangat lambat sekali karena semuanya serba manual, data-data hanya didapatkan di kertas-kertas yang menumpuk, di tempatkan di rak-rak yang sudang usang dimakan zaman dan memakan waktu yang cukup lama, menunggu dan menunggu, sangat melelahkan sekali dan membutuhkan kesabaran yang luar-biasa sekali, padahal kita dikejar waktu, sebagai contoh saja ketika teman-teman BSMI di Indonesia mengirim salah satu cairan kimia untuk proses pengobatan melalui DHL ke Kairo, barang telah sampai di Kairo, untuk mengambil barang tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 pekan, kita harus mendapatkan rekomendasi dari pemerintah Mesir, ikatan dokter Mesir, dari persatuan farmasi Mesir, semuanya dari kantor ke kantor, memakan waktu, tenaga, biaya dan pikiran ! ala kulli hal beginilah keadaan di Mesir…sehingga kita harus menghabiskan waktu di Mesir selam 1 bulan penuh… wallahu Musta’an. Di Gazza : Setelah melalui berbagai macam rintangan dan halangan selama di mesir, akhirnya pada tanggal 25 pebruari 2013 Tim Relawan BSMI sampai di Mesir dan langsung kita merencanakan esok harinya tanggal 26 Pebruari masuk ke Gazza melalui perbatasan Raffah. Tepat tanggal 26 Pebruari 2013 pagi kita berangkat dengan ijin Allah menuju ke kota raffah, kota perbatasan antara negara Mesir dan Palestina, mengambil waktu sekitar 6 jam, melalui perjalanan darat dan Alhamdulillah, karena masalah administrasi dan per-ijinan telah kita lengkapi sejak dari awal maka kita masuk ke Gazza dengan lancar, begitu keluar dari perbatasan Mesir dan masuk pintu perbatasan wilayah Gazza, kami disambut perwakilan dari departemen kesehatan pemerintah Gazza dengan hangat dan dibawa ke mess Rumah sakit Eropa di khon yunis dan kami, Alhamdulillah bisa beristirahat sejenak setelah melalui perjalanan yang panjang dan proses menunggu yang melelahkan selama melewati pintu perbatasan dan masuk ke gazza. Ke esokan harinya mulailah Tim Kemanusian Radio Rodja menjalankan tugasnya, menyusun program kerja selama di Gazza karena waktu kita juga sangat terbatas sekitar 10 hari, dan dana yang telah dipersiapkan untuk bantuan kemanusiaan di Gazza adalah : 1 85.000,- USD 2 53.070,- Euro Adapun peta penyaluran dana kemanusiaan dari pendengar radio Rodja sebagaimana berikut : 1. Beit-lahiya sebesar $ 50.000,berupa Uang tunai untuk Orang-orang miskin, janda dan anak-anak yatim 2. Jalur Gazza sebesar $ 20.000, berupa Bea siswa Untuk pelajar Palestina yang melanjutkan belajar di Indonesia 3. Muaskar-syati’ sebesar 9.700,- Euro berupa Bahan-bahan makanan untuk Orang-orang miskin yang sebagian besarnya nelayan 4. Deir Al Balah sebesar 39.000,- Euro untuk Bantuan untuk pembangunan madrasah Pengungsi di wilayah darul-baleh 5. Markaz Al-Huda untuk penanganan penyakit kanker sebesar $ 14.000,- terdiri dari 4.370,- Euro atau sama dengan $ 5.500,- + $ 8.500,- Bantuan untuk pembeliaan alat-alat medis bagi Pasien penderita kanker akibat serangan bom fosfor putih penjajah yahudi Peta demografis tempat-tempat yang menjadi lahan penyaluran bantuan kemanusiaan : 1. Beit-lahiya : Daerah ini terletak di sebelah barat jalur Gazza dan berdekatan dengan perbatasan antara jalur Gazza dengan penjajah yahudi, sebagian besar penduduk daerah ini berasal dari wilayah Palestina, sekarang telah dikuasai penjajah yahudi, mereka diusir dari kampung halaman mereka, bahkan diantara ada yang dibunuh oleh penjajah yahudi kemudian dipaksa masuk ke wilayah jalur Gazza dan tinggal disana sebagai pengungsi, tanpa rumah, tanpa pekerjaan, tanpa bantuan yang mencukupi untuk kehidupan mereka, maka Tim Kemanusiaan memilih tempat ini sebagai lahan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk mereka. 2. Jalur Gazza : Secara umum sekolah-sekolah di Gazza, mulai dari tingkat SD sampai SMA di wilayah Gazza digratiskan biaya pendidikannya oleh pemerintah, tapi untuk jejang perguruan tinggi, semuanya harus membayar kecuali kuliah syari’ah dan itupun terbatas ! maka Tim Kemanusiaan Radio Rodja bekerjasama dengan BSMI berusaha untuk memberikan bea-siswa kepada pelajar Gazza yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan mereka di Indonesia, terutama kuliah kedokteran, tehnik dan ekonomi, tahun ini insya Allah akan kita kirimkan sebanyak 13 orang pelajar, semoga kelak dikemudian hari, ilmu mereka bisa mereka manfaatkan untuk kehidupan penduduk Gazza yang lebih baik. 3. Muaskar-syati’i : Daerah ini terletak di pinggiran pantai sebelah selatan jalur Gazza, kebanyakan diantara mereka mata pencahariannya sebaga nelayan, tapi jangan dibayangkan mereka dengan mudah menangkap ikan, penjajah yahudi hanya memberi keleluasaan untuk mencari ikan sebatas 6 mil dari batas pantai, sekali lagi hanya 6 mil saja ! apa yang bisa dilakukan dengan wilayah perairan 6 mil saja ! bayangkan dengan luas perairan Indonesia yang luar biasa luasnya sekitar 5,8 juta meter persegi ! itupun ketika tim Kemanusiaan berada disana, penjajah yahudi memblokir wilayah laut jalur Gazza dan melarang nelayan untuk melaut dengan ancaman bagi yang melanggar akan ditembak ditempat dan penjajah yahudi tidak main-main dengan ancaman ini ! terbukti beberapa waktu lalu 3 orang nelayan Gazza ditembak mati tentara penjajah, gara-gara nekat melewati batas larangan ! walahu Musta’an. Tim Kemunusiaan akhirnya meluncur kesana dengan membawa bantuan logistik ke daerah tersebut dibantu relawan lokal dan sambutan masyarakat sangat luar-biasa sekali karena memang mereka sangat dan sangat membutuhkan bantuan tersebut, karena selama ini mereka tidak memiliki pemasukan kecuali dari hasil laut dan sekarang mereka tidak bisa melaut ! inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. 4. Deir Al Balah : Daerah ini terletak di timur Gazza dan banyak sekali tanah-tanah pertanian di sekitar daerah ini dan sebagian besar penduduknya adalah pengungsi yang berasal dari wilayah pendudukan yang di jajah yahudi, maka Tim Kemanusiaan Radio Rodja, Sahabat Al-Aqsho dan yayasan As-Sarra’ bekerjasama dengan Kementrian Agama pemerintahan Gazza merencanakan untuk membangun madrasah diniyyah bagi penduduk Deir Al Balah sehingga akan mencukupi kebutuhan pendidikan di daerah tersebut. 5. Markaz Al-Huda, Rumah Sakit Khusus Penanganan Penyakit Kanker, Kota Gazza : Markaz ini bergerak dalam bidang pengobatan lebih khusus lagi pengobatan penyakit kanker akibat perang. Sebagaimana telah diketahui penjajah yahudi, dengan berbagai macam cara berusaha menguasai jalur Gazza dan menjajahnya sebagimana wilayah pelestina yang lain, yang sampai sekarang masih ditangan mereka, oleh karena itu mereka menggunakan segala macam senjata dalam misi jahatnya walaupun jenis senjata tersebut terlarang menurut konvesi jenewa, salah satunya adalah senjata kimia, bom fosfor putih ! bom ini apabila dijatuhkan akan meledak di hawa dan akan menyebar racun-racunnya, barang siapa yang menghisapnya bisa dipastikan akan terkena penyakit kanker ! dan bom ini mereka gunakan untuk menghancurkan masyarakat sipil di Gazza sehinnga kita dapatkan banyak penduduk Gazza yang terkena penyakit kanker, di mulut, tenggorokan, usus dan di anggota tubuh yang lainnya, maka Tim Kemanusiaan Radio Rodja berusaha membantu rumah sakit dengan membantu pembelian alat-alat kedokteran untuk rumah sakit ini sehingga bisa sedikit membantu mereka dalam menangani penyakit tersebut. Demikianlah sekilas penjelasan tentang kondisi jalur Gazza secara ringkas, masih banyak sebenarnya yang mungkin bisa kita sampaikan dalam laporan ini akan tetapi juga banyak hal yang sulit untuk kita sampaikan melalui tulisan, yang jelas kehormatan, pengorbanan dan perjuangan, tiga kalimat ini yang selalu mereka junjung tinggi, tidak ada dalam kamus mereka kalimat menyerah ! walaupun mereka di-isolasi dan diblokade oleh penjajah yahudi dalam kurun waktu yang cukup lama, bahan makanan, obat-obatan, keperluan sehari-hari yang sulit untuk di dapatkan, kalaupun ada mereka juga tidak memiliki uang untuk membelinya, sehingga harga-harga barang kebutuhan menjadi mahal dan hampir-hampir tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Gazza ! akan tetapi perjuangan mereka dan semangat juangnya tidak pernah pudar, kepala mereka tetap terangkat keatas tidak pantang menyerah, kehormatan agama dan bangsa mereka diatas segala-galanya, suatu kondisi yang sulit dibayangkan kecuali ketika bergaul dan berinteraksi langsung dengan bangsa yang pantang menyerah ini, negara mereka diblokade, mereka dalam keadaan terjepit dan menderita, serangan penjajah yahudi juga kapan saja bisa terjadi, tapi tidak keluar keluh-kesah dari lisan mereka, keyakinan mereka hanya satu ! Allah selalu bersama mereka dan kemenangan sangatlah dekat dan pasti akan terjadi ! Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar. Menuju Turki : Setelah selesai menjalankan tugas di jalur Gazza selama 8 hari, pada tanggal 3 april kami kembali ke mesir melalui jalur darat menuju ke kota kairo, ibu kota mesir untuk mempersiapkan perjalanan menuju ke kota Istambul, Turki pada tanggal 7 april 2013. Setelah istirahat selama 3 hari di kota kairo, Mesir, maka berangkatlah Tim Kemanusian Radio Rodja menuju ke kota Istambul, Turki melalui jalur udara dan menempuh waktu sekitar 3 jam dengan pesawat terbang. Sampai di kota Istambul pada hari yang sama dan kondisi kota Istambul dalam keadaan musim dingin, sekitar 11 derajat celcius, cukup dingin tentunya. Kota Istambul, kota yang cukup besar dan tatanan kotanya sangat bagus, rapi dan bersih, seperti kota-kota di negara Eropa, karena hakekatnya kota Istambul masuk wilayah benua Eropa ! karena ada sebagian wilayah Turki yang termasuk benua Eropa, diantaranya adalah kota Istambul, mata uang yang berlaku di negara Turki adalah lira dan euro, kami hanya tinggal sehari saja di kota Istambul sehingga tidak bisa mengamati kota ini lebih dalam lagi. Pada tanggal 9 april 2013 dini hari kami barangkat menuju kota Hatay, kota perbatasan antara Turki dan Suria, perjalanan ditempuh dengan pesawat terbang selama 1,1/4 jam, kalau melalui jalan darat sekitar 18-20 jam, karena harus menepuh jarak sekitar lebih dari 1000 km ! begitu sampai di kota Hatay, masih harus melalui perjalan darat dengan mobil, mengambil waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Sampai di perbatasan sekitar pukul 10-11 waktu Turki, setelah menempuh proses pemeriksaan barang-barang bawaan dan paspor yang cukup ramah dan mudah maka masuklah kami di wilayah negara Suria. Di Suria : Begitu melewati pintu perbatasan negara Turki dan masuk ke wilayah negara Suriah, seperti langit dan bumi perbedaannya, di Turki semuanya serba tertata rapi dan bersih, begitu masuk suriah semuanya serba terbalik, kemah-kemah pengungsi, antrian mobil truk yang cukup panjang membawa bantuan kemanusiaan, anak-anak berkeliaran dimana-mana, tampak mobil-mobil terbakar akibat perang, bangunan juga tampak hancur disana-sini, dimana-mana pasukan pejuang Suriah menenteng senjata, menjaga segala kemungkinan, dan dari sinilah kita memulai pekerjaan menyalurkan bantuan kemanusiaan dari para pendengar Radio Rodja, dan perinciannya sebagaimana berikut : Pemasukan : 1. Dibawa dari Indonesia = $ 20.000,- 2. Dikirim dari Indonesia= $ 40.884,- Jumlah Total $ 60.884,- Pengeluaran : 1 Kamp Pengungsi Al-Karomah, Atema sebesar $ 2.010,- berupa Bahan Makanan Keluarga Pengungsi 2 Kota Halab ,$ 6.000,-, berupa Bahan Makanan bagi Penduduk Kota Halab 3 Kota Halab ,$ 2.500,- ,berupa Bahan Makanan bagi Mujahidin 4 Kota Halab ,$ 5.000,- , Uang Tunai untuk RS Azzarzur 5 Kota Halab ,$ 10.000,- , Uang Tunai untuk Anak-anak yatim 6 Kota Idlib,$ 4.470,- berupa Bahan Makanan bagi Masyarakat Kota Idlib dan pinggiran Kota Hama 7 Kota Idlib, $ 5.000,- , Uang tunai untuk RS Kota Idlib 8 Kota-kota yang lainnya yang belum terjangkau, Hamsho, Damaskus, Dara’a, senilai $ 20.884,- berupa Bahan makanan. Peta demografis tempat-tempat yang menjadi lahan penyaluran bantuan kemanusiaan : 1. Bab Al-Hawa Daerah ini merupakan daerah perbatasan antara Turki dan Suria, begitu masuk daerah ini maka yang pertama kali akan tampak, kerumunan banyak orang dan mobil-mobil dengan antrian yang panjang juga para pengungsi yang jumlahnya ratusan ribu, tinggal di kemah-kemah yang tentunya tidak layak untuk di tempati, apalagi kalau datang musim dingin, sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan, melihat anak-anak Suria, kesana-kemari tanpa pendidikan, tanpa kebutuhan hidup yang mencukupi, itupun masih kita dapatkan senyum ramah menyambut kedatangan kita di kamp pengungsi al-karomah di wilayah Atema. Tempat ini kita pilih untuk penyaluran bantuan kemanusiaan karena kita melihat kamp ini minim bantuan dan tempatnya agak masuk kedalam sehingga jarang bantuan masuk ke kamp tersebut. 2. Kota Aleppo/Halab : Kota ini termasuk kota bersejarah dan kota yang lama, sejak zaman romawi, kota ini sudah terkenal namanya, kalau dalam keadaan normal, kota ini sangat dekat dengan kota perbatasan, jaraknya sekitar 43 km dari perbatasan Turki akan tetapi dalam kondisi perang yang tidak menentu, perjalanan kesana mengambil waktu sekitar 3 jam ! karena harus melewati jalan-jalan tikus untuk menghindari daerah-daerah yang masih dikuasai musuh dan juga untuk menghindari tembakan dan serangan dari mereka. Setelah perjalanan melewati desa-desa di pingiran kota, akhirnya kami berhasil masuk ke kota Halab tapi disambut dengan ledakan mortar dan tembakan sniper ! juga di pintu masuk kota banyak sekali rumah-rumah yang hancur karena serangan bom sehingga berubah menjadi kota mati, tanpa penghuni, tanpa manusia yang berlalu lalang, tanpa kendaraan yang lewat kecuali dengan kecepatan yang tinggi, menghindari tembakan musuh, itu juga yang kami lakukan ! begitu memasuki tengah kota, mulai tampak kehidupan kota Halab, kendaraan, manusia dan masih banyak penduduknya yang tinggal di rumah-rumah susun dan aktivitas sehari-hari juga tampak wajar-wajar saja, hanya saja masih juga tampak wajah-wajah yang tegang dan hilang senyumnya, karena terus terang saja kota Halab tidak seratus persen dikuasai pejuang, sekitar 70 dikuasai para pejuang dan 30 persen ditangan mereka terutama di daerah benteng kota Halab sehingga setiap saat kota ini selalu mendapatkan serangan bom dan tembakan sniper dari pihak musuh dan sementara mereka posisinya diatas kota Halab sehingga sulit untuk ditaklukkan ! 3. Pinggiran Kota Hama dan Kota Idlib : Kota Idlib, termasuk kota yang dekat dengan perbatasan Turki, dan jarak dari perbatasan menuju pinggiran kota tersebut sekitar 3 jam perjalanan melalui jalan darat, kota ini termasuk kota yang sering mendapatkan serangan dari pesawat tempur rezim syiah Basyar sehingga banyak juga bangunan-bangunan yang roboh akibat terkena bom. Kota Hama dan Idlib masih dikuasai rezim syiah akan tetapi pinggiran kotanya semuanya dikuasai oleh para pejuang sehingga tentara pemerintah terkepung di dalam kota, dan sebagian besar penduduk kota Idlib dan Hama telah mengungsi ke tempat-tempat aman sehingga bantuan di tujukan untuk penduduk yang berada dipingiran kota Idlib dan Hama. LAPORAN BIAYA OPERASIONAL Rincian Biaya Operasional Di Gaza: 1. 25/2/2013, Tiket Ustadz abu Sa'ad ke Mesir = 2.014,- USD 2. 26/2/2013, Konsumsi dari tgl 26/2-27/3 30x45 pond = 1.350,- pond 3. 26/2/2013, Transportasi selama di mesir = 500,- pond 4.26/2/2013, Beli tas kamera = 225,- pond 5.15/3/2013, Bantuan untuk pengungsi suriah= 300 ,- pond 6. 26/3/2013, Tambahan biaya tiket untuk 2 ikhwah yaman = 1.047,- USD 6. 27/3/2013, Bayar penginapan selama 1 bulan= 500,- USD 7. 27/3/2013, Bayar pajak masuk ke Gazza 105x4orang = 420,- pond 8. 27/3/2013, Beli kartu dan pulsa=30,- seikel 9. 29/3/2013, Beli pulsa =70,- seikel 10. 30/3/2013, Makan dan minum=35,- seikel 11. 30/3/2013, Tranportasi =100,- seikel 12. 2/3/2013, pulsa =100,- seikel 13. 3/3/2013, Bayar 4 kwitansi =875,- seikel 14. 3/3/2013, Pajak keluar gazza 2 x 52 pond=104,- pond 15. 3/3/2013, Sewa mobil dari raffah ke kairo=550,- pond 16. 3/3/2013, Konsumsi selama perjalanan=190,- pond 17. 3/3/2013, Pulsa =50,- pond 18. 4/3/2013, Konsumsi selama di kairo 4 x 45 = 180= 19 . 5/3/2013, Periksa mata dan beli lensa = 185,- pond 21. 7/3/2013, Biaya menginap 4 x $ 30 = $ 120 120,- USD Keterangan : Total pengeluaran dalam bentuk pond mesir 4054 : 6.5 kurs dolar = 624,- USD Total pengeluaran dalam bentuk seikel Israeli 1210 : 3,6 kurs dolar = 336,- USD Total pengeluaran dalam bentuk dolar = 3.681,- USD Jumlah total biaya operasional di Gazza = 4.641,- USD Karena rentannya tingkat keamanan di Gaza,dalam proses penyaluran bantuan qoddarullah ada uang tunai yang hilang sebesar $ 4.800 Perincian Biaya Operasional di Suria : 1. 7/4/2013, visa masuk Turki = $ 25,- 2. 8/4/2013,Tiket abu saad dan pengantar ke Hatay 3 x $ 100 = $ 300,- 3. 10/4/2013, Transportasi selama di suria =$ 200,- Jumlah Total operasional di Suriah = $ 525,- dari Program Distribusi bantuan tersebut ada sisa dana sebesar 754 USD yang akan kita salurkan bersama dana yang masih terus kami himpun untuk disalurkan pada program distribusi berikutnya insya Allah. Demikianlah laporan yang bisa kami sampaikan, semoga misi-misi sosial seperti ini terus berlanjut dan ini merupakan komitmen seorang muslim terhadap saudaranya, sebelum kami akhiri, kami juga mengucapkan jazakumullahu khair kepada para pendengar Radio Rodja yang banyak memberikan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Jalur Gaza dan Suriah, semoga semuanya ini akan menjadi timbangan kebaikan bagi mereka di hari kiamat kelak, dan tak lupa kami juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Nur Fauzi, Duta besar Republik Indonesia di Mesir dan staf-nya yang telah banyak membantu terlaksananya program kemanusiaan ini 2. Kru Radio Rodja, Ustadz Badrussalam dan Bapak Agus Hasanudin yang telah banyak bekerja keras demi terwujudnya program ini. Dan yang terakhir, kami memohon kepada Allah semoga menjadikan amal ini, sebagai amal yang ikhlas, tidak mengharap kecuali apa yang ada disisi-Nya dan kita juga memohon kepada Allah untuk meneguhkan kaki-kaki para pejuang dan menyatukan mereka diatas kebenaran serta menyegerakan kemenangan bagi saudara-saudara kita di Gazza maupun di Suria, Allahuma Amiin. Simak laporan dlm format audio berikut :Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda MA_Catatan Perjalanan Tim Peduli Kemanusiaan Di Gaza dan Palestinawww.box.com